10 Dec, 23

Survei PatraData di Pulau Jawa: Prabowo 36,3 Persen, Ganjar 31,4 dan Anies 26,6

Temuan survei dari lembaga riset PatraData yang dilaksanakan pada tanggal 1-5 Desember 2023 di Pulau Jawa terkait peta konstelasi Pilpres 2024 menunjukan, Prabowo Subianto unggul dari dua kandidat lainnya. Namun demikian, persentase ketiganya masih bersaing ketat.

“Prabowo meraih suara responden 36,3%, Ganjar Pranowo dengan 31,4% dan Anies Baswedan dengan 26,6%. Sementara itu terdapat 5,7% responden yang belum menentukan pilihan,” tulis Rezki Adminanda, Manajer Riset PatraData seperti dikutip dari siaran pers diterima, Sabtu (9/12/2023).

Rezki menambahkan, pihaknya juga membuat simulasi dua nama calon presiden 2024 secara head to head di Pulau Jawa. Hasilnya, saat Ganjar Pranowo dihadapkan dengan Anies Baswedan, Anies unggul dengan 43,4% dari bakal calon presiden Ganjar Pranowo dengan 40,3%, dan terdapat 16,3% responden menjawab tidak tahu/ tidak jawab.

Selanjutnya pada simulasi dua nama atau head to head calon presiden berikutnya, yaitu Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, hasilnya Prabowo unggul dengan 62,4% dari Anies yang mendapat 27,2%, dan terdapat 10,4% responden menjawab tidak tahu/ tidak jawab.

“Begitu juga saat head to head Ganjar dan Prabowo Subianto, Prabowo unggul dengan angka 63,3% dan Ganjar meraih 23,4%, dengan terdapat 13,3% responden menjawab tidak tahu/ tidak jawab,” jelas Rezki.

Namun demikin, lanjut Rezki, keunggulan calon presiden nomor urut 2 tidak simetris dengan wakilnya saat dilakukan head to head. Survei menunjukkan, keterpilihan Mahfud MD sebagai calon wakil presiden lebih tinggi dari calon wakil presiden lainnya, yaitu Gibran dan Muhaimin.

“Temuan kita menunjukan bahwa Mahfud MD unggul dengan 35,8% dari Gibran Rakabuming Raka dengan 31,3%, disusul Muhaimin Iskandar dengan 25,4%,” ungkap Rezki.

Berpasangan

Meski begitu, Rezki menyampaikan ketika dihitung secara berpasangan, hasil dan temuan survei elektabilitas terhadap pasangan capres dan cawapres di Pulau Jawa diungguli oleh Prabowo-Gibran dengan angka keterpilihan 37,5%, lalu pasangan Ganjar-Mahfud memperoleh 31,8% dan yang terakhir pasangan Anies-Muhaimin dengan 26,7%. Untuk responden yang masih belum menentukan pilihan adalah 4,1%.

“Temuan survei kita memasuki awal masa kampanye, pasangan Prabowo-Gibran unggul dari pasangan Ganjar-Mahfud dengan selisih 5,8% dan disusul Ganjar-Mahfud diurutan kedua selisih 5,1% dari pasangan Anies-Muhaimin,” jelas dia.

Rezki mengamini, temuan angkanya belum terliht ada yang mendominasi dan terlalu jauh diantara ketiga pasangan calon. Artinya, tentu akan terus terjadi persaingan yang ketat dalam hal perebutan lumbung suara di Pulau Jawa sebagai pulau penentu kemenangan dalam kontestasi pemilihan presiden.

“Dalam hal stabilitas dukungan terhadap pilihan pasangan presiden dan wakil presiden, Anies-Muhaimin memiliki 35% pemilih yang sangat kecil atau hampir tidak mungkin merubah pilihannya,  sementara pada Prabowo-Gibran terdapat 33,7% pemilih yang menjawab sangat kecil atau hampir tidak mungkin merubah pilihannnya, dan terhadap pasangan Ganjar-Mahfud terdapat 37% pemilih yang menjawab sangat kecil atau hampir tidak mungkin merubah pilihannya,” dia menandasi.

Metode Survei

Sebagai informasi, survei dilakukan melalui telepon pada sampel responden Pulau Jawa yang dipilih secara acak dari kumpulan data base nomor telepon yang dimiliki oleh PatraData.

Menggunakan asumsi simple random sampling, jumlah responden 1.200 memiliki toleransi kesalahan (margin of error – MoE) sebesar ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Selanjutnya Quality Control dilakukan dengan menelepon ulang responden (call back) sebanyak 20% dari total sampel.

Oleh : Rezki adminanda
Foto : Sumber : Istimewa
Sumber berita : liputan6.com

10 Dec, 23

Prabowo Menang Lawan Anies, Ganjar Takluk di Pulau Jawa

Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto diprediksi bakal memenangkan Pulau Jawa, pada gelaran Pilpres 2024. Prabowo unggul dari dua kompetitornya, yakni capres nomor urut 1 Anies Baswedan dan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo.

Hal tersebut, terekam dalam hasil temuan survei PatraData yang dilaksanakan pada tanggal 1-5 Desember 2023 di Pulau Jawa.

Berdasarkan simulasi head to head di Pulau Jawa, Anies Baswedan diprediksi menang lawan Ganjar Pranowo.

“Anies unggul dengan 43,4 persen dari Ganjar dengan 40,3 persen, dan terdapat 16,3 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak jawab,” ujar Manajer Riset PatraData, Rezki Adminanda, dalam keterangan tertulis, Jumat (8/12).

Lanjutnya, simulasi Prabowo lawan Anies. Hasilnya, Prabowo unggul jauh 62,4 persen lawan Anies 27,2 persen dan 10,4 persen belum menunjukkan pilihan.

“Begitu juga Prabowo unggul dengan angka 63,3 persen lawan Ganjar yang hanya memperoleh 23,4 persen dan 13,3 persen belum menentukan pilihan,” pungkasnya.

Survei PatraData dilakukan melalui telepon pada sampel responden Pulau Jawa yang dipilih secara acak dari kumpulan data base nomor telepon yang dimiliki.

Menggunakan asumsi simple random sampling, jumlah responden 1.200 memiliki toleransi kesalahan 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Prabowo Menang Lawan Anies, Ganjar Takluk di Pulau Jawa

RMOL. Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto diprediksi bakal memenangkan Pulau Jawa, pada gelaran Pilpres 2024. Prabowo unggul dari dua kompetitornya, yakni capres nomor urut 1 Anies Baswedan dan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo.

Hal tersebut, terekam dalam hasil temuan survei PatraData yang dilaksanakan pada tanggal 1-5 Desember 2023 di Pulau Jawa.

Berdasarkan simulasi head to head di Pulau Jawa, Anies Baswedan diprediksi menang lawan Ganjar Pranowo.

“Anies unggul dengan 43,4 persen dari Ganjar dengan 40,3 persen, dan terdapat 16,3 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak jawab,” ujar Manajer Riset PatraData, Rezki Adminanda, dalam keterangan tertulis, Jumat (8/12).

Lanjutnya, simulasi Prabowo lawan Anies. Hasilnya, Prabowo unggul jauh 62,4 persen lawan Anies 27,2 persen dan 10,4 persen belum menunjukkan pilihan.

“Begitu juga Prabowo unggul dengan angka 63,3 persen lawan Ganjar yang hanya memperoleh 23,4 persen dan 13,3 persen belum menentukan pilihan,” pungkasnya.

Survei PatraData dilakukan melalui telepon pada sampel responden Pulau Jawa yang dipilih secara acak dari kumpulan data base nomor telepon yang dimiliki.

Menggunakan asumsi simple random sampling, jumlah responden 1.200 memiliki toleransi kesalahan 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Oleh : Rezki adminanda
Foto : Sumber : Istimewa
Sumber berita : rmol.id

10 Dec, 23

Survei Patra Data: Prabowo-Gibran Unggul di Pulau Jawa

CALON presiden (Capes) Prabowo Subianto unggul di Pulau Jawa dengan mengantongi 36,3% suara berdasarkan survei yang dlakukan PatraData pada 1-5 Desember.

“Memasuki masa kampanye pilpres ini, temuan survei PatraData menunjukan bahwa Prabowo Subianto dengan 36,3% unggul dari Ganjar Pranowo dengan 31,4% dan Anies Baswedan dengan 26,6%. Sementara itu terdapat 5,7% responden yang belum menentukan pilihan,” ujar Rezki Adminanda, Manajer Riset PatraData di Kantor PatraData dalam siaran pers, Jumat (8/12). Survei dilakukan PatraData melalui sambungan telepon kepada sampel responden Pulau Jawa yang dipilih secara acak. Menggunakan asumsi simple random sampling, jumlah responden 1.200 memiliki toleransi kesalahan (margin of error – MoE) sebesar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Selanjutnya Quality Control dilakukan dengan menelepon ulang responden (call back) sebanyak 20% dari total sampel.

Pada simulasi dua nama calon presiden (capres) Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, Anies unggul 43,4% dari Ganjar yang meraih 40,3%, dan terdapat 16,3% responden menjawab tidak tahu/tidak jawab. Sedangkan simulasi antara Prabowo dan Anies, Menteri pertahanan itu masih unggul 62,4% dan Anies 27,2%. Begitu juga ketika Prabowo diadu dengan Ganjar, Prabowo unggul dengan angka 63,3% dan Ganjar hanya memperoleh 23,4%. 

Namun PatraData menemukan hasil yang berbeda pada kerterwakilan wakil presiden. “Berbeda dengan nama calon presiden yang Prabowo Unggul dari calon presiden lainnya, keterpilihan Mahfud MD sebagai calon wakil presiden lebih tinggi dari calon wakil presiden lainnya, yaitu Gibran dan Muhaimin. Temuan kita menunjukan bahwa Mahfud MD unggul dengan 35,8% dari Gibran Rakabuming Raka dengan 31,3%, disusul Muhaimin Iskandar dengan 25,4%,” ungkap Rezki.

Sementara elektabilitas Prabowo-Gibran unggul 37,5% di Pulau Jawa. Pasangan Ganjar-Mahfud memperoleh 31,8% dan yang terakhir pasangan Anies-Muhaimin dengan 26,7%. Untuk responden yang masih belum menentukan pilihan adalah 4,1%. 

“Temuan survei kita memasuki awal masa kampanye, pasangan Prabowo-Gibran unggul dari pasangan Ganjar-Mahfud dengan selisih 5,8% dan disusul Ganjar-Mahfud diurutan kedua selisih 5,1% dari pasangan Anies-Muhaimin. Memang kita belum melihat dominasi yang terlalu jauh diantara ketiga pasangan calon presiden ini, dan tentu saja ini membuktikan bahwa akan terus terjadi persaingan yang ketat dalam hal perebutan lumbung suara di Pulau Jawa sebagai pulau penentu kemenangan dalam kontestasi pemilihan presiden jika kita cermati dari pilpres-pilpres sebelumnya,” ujar Rezki.

Dalam hal stabilitas dukungan, Anies-Muhaimin memiliki 35% pemilih yang sangat kecil atau hampir tidak mungkin mengubah pilihannya. Pada Prabowo-Gibran terdapat 33,7% pemilih yang menjawab sangat kecil atau hampir tidak mungkin mengubah pilihannnya, dan pasangan Ganjar-Mahfud terdapat 37% pemilih yang menjawab sangat kecil atau hampir tidak mungkin mengubah pilihannya. 

“Temuan survei kita memperlihatkan masing-masing pasangan kandidat calon presiden dan wakil presiden harus mampu bekerja lebih ekstra dalam meyakinkan pemilih untuk mantap memilih mereka,” ujar Rezki.

“Memang berdasarkan temuan kita, pasangan Ganjar-Mahfud misalnya lebih banyak memiliki strong voter atau pemilih yang sudah mantap dan yakin terhadap pilihannya, yaitu sebesar 37%. Namun angka tersebut masih belum dapat dikatakan terlalu signifikan, sebagian pemilih lainnya masih membuka ruang atau masih mungkin dalam hal merubah pilihannya. Begitu juga dengan pemilih pasangan Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin.” 

Partai Politik

Sementara itu, berdasarkan survei PatraData untuk partai politik, PDI Perjuangan masih unggul. Berdasarkan survei, PDI Perjuangan mengantongi 22% dibandingkan partai lainnya. 

Di peringkat kedua, ada Partai Gerindra dengan 19,3%, PKS 7,6%, Golkar 7,5%, PKB 6,7%, Demokrat 4,8%, PSI 4,2%, PAN dan NasDem masing-masing 4,0%. Sementara PPP (3,1%) secara berurut yaitu Perindo, Gelora, Ummat, PBB, PKN, Buruh, Garuda, Hanura, masih berada di bawah angka ambang batas parlemen. 

“Secara umum perolehan suara partai di Pulau Jawa tidak terlalu berbeda dengan hasil-hasil survei nasional yang kita pernah lakukan, partai parlemen masih tetap mendominasi. Dalam hal ini kita melihat PPP sebagai partai parlemen yang saat survei ini kita laksanakan masih berada dibawah angka 4%,” tandas Rezki. (RO/Z-3)

Oleh : Rezki adminanda
Foto : Sumber : Istimewa
Sumber berita : mediaindonesia.com

10 Dec, 23

Rilis Temuan Survei Nasional Patra Data: BAGAIMANA PETA ELEKTABILITAS CAPRES DAN CAWAPRES DI PULAU JAWA

Bagi para elit partai, jumlah pemilih (DPT) yang signifikan di Pulau Jawa kerap dijadikanpertimbangan untuk menentukan dukungan terhadap sosok kandidat yang akan diusungmenjadi calon presiden dan calon wakil presiden. Dalam hal ini, kandidat calon presiden dan ataucalonwakil presiden akan mendapat dukungan partai ketika ia dianggap memiliki basis dukungansuara di Pulau Jawa. Hal tersebut menjadi syarat penting oleh para elit partai dan parakingmaker, mengingat pada pemilihan presiden sebelumnya, Jawa menjadi kunci kemenanganbagi pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dalam memenangkan pertarungan pilpres tahun2019. Jika dicermati pada konteks pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2024 mendatang, ketiga kandidat pasangan calon diketahui berasal dari Pulau Jawa. Hal tersebut tentu menunjukanbahwa akan ada persaingan yang ketat antar paslon dalam beradu strategi dan gagasan untukbisamendulang suara di Pulau Jawa.

Merujuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 yang diterbitkan Komisi PemilihanUmum (KPU), jumlah pemilih di Pulau Jawa mencapai 115.373.669 orang atau setara dengan56,33% dari total jumlah pemilih diseluruh Indonesia. Sebaran pemilih di Pulau Jawa tersebut terbagi kedalam enam provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Yogyakarta, Jawa Tengah, JawaBarat, dan Jawa Timur. Bagaimana peta elektabilitas capres dan cawapres memasuki masakampanye di Pulau Jawa? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, PatraData melaksanakansurvei opini publik melalui telepon pada tanggal 01 Desember – 05 Desember 2023.

04 Nov, 23

PDI Perjuangan Diprediksi Akan Tetap Kuasai Senayan Meski Elektabilitas Prabowo-Gibran Melejit

Jakarta, tvonenews.com – Elektabilitas partai PDI Perjuangan disebut yang paling tinggi dibandingkan partai lainnya, menurut survei PatraData yang dilaksanakan pada tanggal 25 – 30 oktober 2023. Namun demikian, untuk elektabilitas pasangan capres/cawapres Prabowo-Gibran lebih unggul dari Ganjar-Mahfud.

“Temuan survei nasional kami menunjukan partai PDIP unggul sebesar 20,8% dari partai lainnya, disusul secara berurutan oleh partai Gerindra dengan 18,9%, Golkar 6,6%, PKB 6,5%, PKS 6,2%, NasDem 4,7%, PAN 4,5%, Demokrat 4,4%, dan PSI 4,2%,” kata Manajer Riset PatraData, Rezki Adminanda melalui keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (2/11/2023).

Rezki menambahkan, untuk PPP (3,6%) secara berurut yaitu Perindo, Gelora, Ummat, PBB, PKN, Buruh, Garuda, dan Hanura, masih berada dibawah angka ambang batas parlemen, yaitu 4%.

Sementara terhadap elektabilitas capres, survei PatraData menemukan Capres Prabowo Subianto unggul dengan 42,4% dari bakal calon lainnya, yaitu Ganjar Pranowo dengan 26,6%, lalu disusul Anies Baswedan 19%. Sementara itu terdapat 12% responden menjawab tidak tahu/ tidak jawab.

Lebih lanjut, terhadap simulasi head to head capres dari hasil survei PatraData terlihat Prabowo tetap unggul dari calon presiden lainnya. 

“Head to Head antara ketiga nama calon presiden yang kami lakukan pada survei ini menunjukan bahwa Prabowo Subianto unggul secara signifikan dari Ganjar Pranowo ataupun Anies Baswedan. Sementara Ganjar Pranowo lebih banyak dipilih dari pada Anies Baswedan,” Ungkap Rezki.

Temuan simulasi head to head pada survei PatraData yaitu Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, memunculkan nama bakal calon presiden 2024 Ganjar Pranowo unggul dengan 44,8% dari bakal calon presiden  Anies Baswedan dengan 38,1%, sedangkan 17,1% responden menjawab tidak tahu/ tidak jawab.

Selanjutnya pada simulasi dua nama calon presiden, yaitu Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, memunculkan hasil, Prabowo Subianto unggul jauh (60,9%) head to head dengan Anies Baswedan (23,9%) dengan 15,3% responden memilih tidak tahu/ tidak jawab.

Sedangkan pada simulasi terakhir dua nama bakal calon presiden, yaitu Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo, memunculkan hasil,  Prabowo Subianto juga unggul jauh (56,4%) dari Ganjar Pranowo dengan 28,2% dengan 15,3% responden memilih tidak tahu/ tidak jawab.

PatraData juga melihat tren elektabilitas atau keterpilihan dari para calon presiden ini pada awal oktober sebelum pendaftaran capres dan cawapres ke KPU dan akhir oktober setelah pendaftaran pasangan capres dan cawapres ke KPU. 

“Hasilnya, Prabowo Subianto mengalami kenaikan angka elektabilitas dari awal oktober 37,1% menjadi 42,4% diakhir oktober, atau mengalami kenaikan sebesar 5,3%. Hal yang sama juga terlihat pada tren elektabilitas Anies Baswedan yang mengalami kenaikan dari 16,8% diawal oktober menjadi 19% diakhir bulan oktober ini atau naik 2,2%. Hal yang berbeda pada capres Ganjar Pranowo yang mengalami tren penurunan elektabilitas dari 28,9 diawal oktober menjadi 26,6% diakhir oktober,” paparnya.

Selanjutnya, PatraData juga memaparkan hasil dan temuan survei elektabilitas terhadap pasangan capres dan cawapres pasca pendaftaran ke KPU. 

Pasangan Prabowo-Gibran unggul dengan angka keterpilihan 43,9%, untuk pasangan Ganjar-Mahfud memperoleh 26,9% dan yang terakhir pasangan Anies-Muhaimin dengan 18,1%. Meski begitu terdapat 11,1% responden yang memilih tidak tahu/ tidak jawab.

“Temuan survei kita pasca pendaftaran ke KPU pasangan Prabowo-Gibran unggul jauh dari pasangan Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin. Bahkan jika kita lihat tren elektabilitas ketiga pasangan calon dari sebelum pendaftaran pada awal oktober dan setelah pendaftaran diakhir oktober angka elektabilitas Prabowo-Gibran cukup melejit naik,” kata Rezki Adminanda.

Rezki menjelaskan, pasangan Prabowo-Gibran diawal oktober berada diangka 33,9% dan naik 10% menjadi 43,9% diakhir oktober atau setelah mendaftar ke KPU. Hal yang berbeda terlihat pada pasangan Ganjar-Mahfud yang pada awal oktober 30,1% turun menjadi 26,9% diakhir oktober atau setelah pendaftaran ke KPU dilakukan. 

Sementara pasangan Anies-Muhaimin, meski tidak terlalu signifikan namun mengalami kenaikan sebesar 0,5% dari awal oktober 17,6% menjadi 18,1% diakhir oktober.” Ungkap Rezki Adminanda di kantor PatraData (2/11).

“Jadi, melihat hasil survei sekarang ini, kita tahu bahwa PDIP akan tetap kuasai senayan, meski elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran melejit menjauhi elektabilitas pasangan lainnya. Situasi dan kondisi politik yang dinamis tentu saja membuat semua hal menjadi mungkin, namun kita tetap akan pantau dan lihat bagaimana perkembangan pilpres kita kedepan,” tutup Rezki.

Hasil Survei Nasional PatraData yang dilakukan pada sampel responden yang dipilih secara acak dari kumpulan data base nomor telepon yang dimiliki oleh PatraData.

Menggunakan asumsi simple random sampling, jumlah responden 1.220 memiliki toleransi kesalahan (margin of error – MoE) sebesar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Selanjutnya Quality Control dilakukan dengan menelepon ulang responden (call back) sebanyak 20% dari total sampel. (ito)

Oleh : Rezki adminanda
Foto : Sumber : Istimewa
Sumber berita : tvonenews.com

04 Nov, 23

Elektabilitas PSI 4,2%, Tempel Demokrat dan Kalahkan PPP

ELEKTABILITAS Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merangkak naik dalam survei yang digelar Riset PatraData. Partai yang dipimpin Kaesang Pangarep itu meraih angka elektabilitas  4,2% mengalahkan PPP, Perindo dan Gelora.

Sementara itu, PDIP masih menempati urutan pertama dengan 20,8%, disusul Gerindra 18,5%, Golkar 6,6%, PKB 6,6% dan PKS 6,2%. Berikutnya, NasDem 4,7 persen, Partai Amanat Nasional (PAN) 4,5 persen, Demokrat 4,4 persen dan PSI 4,2 persen.

“Di bawahnya ada PPP 3,6%, Perindo dan Gelora dengan 0,7%, Partai Ummat 0,3%, PBB, PKN, Partai Buruh, Garuda dan Hanura 0,2%,” ujar Manajer Riset PatraData, Rezki Adminanda lewat keterangan yang diterima, Kamis (2/11).

Survei dilakukan pada tanggal 25-30 Oktober 2023 menggunakan kontak telepon kepada responden yang dipilih secara acak dari basis data yang telah dimiliki oleh PatraData dan berhasil mewawancarai sebanyak 1.220 responden selama rentang waktu pelaksanaan survei.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis sebanyak 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error atau MoE) ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional di Indonesia.

Quality kontrol dilakukan dengan menelpon ulang responden/ call back sebanyak 20% dari total sampe

Oleh : Rezki adminanda
Foto : Sumber : Istimewa
Sumber berita : mediaindonesia.com

04 Nov, 23

Survei PatraData: Elektabilitas PDIP Tertinggi, Disusul Gerindra dan Golkar

Jakarta – Lembaga survei PatraData, merilis hasil survei nasional terkait elektabilitas sejumlah parpol jelang pemilu serentak 2024. Hasilnya, elektabilitas PDI Perjuangan masih menduduki peringkat pertama dengan tingkat elektabilitas sebesar di atas 20 persen.

“Temuan survei nasional kami menunjukan partai PDIP unggul sebesar 20,8% dari partai lainnya,” kata Manajer Riset PatraData, Rezki Adminanda, Kamis 2 November 2023.

Partai yang elektabilitasnya mampu tembus di atas 20 persen, hanyalah PDI Perjuangan. Kemudian di bawah PDI Perjuangan, ada Partai Gerindra dengan elektabilitas sebesar 18,9 persen. Setelah partai Gerindra, posisi ketiga ditempati oleh Partai Golkar. Namun raihan elektabilitas Partai Golkar dengan Partai Gerindra sangat jauh dimana elektabilitas Golkar masih berada di bawah 10 persen.

Segelah Golkar, ada PKB dengan elektabilitas yang tak jauh berbeda dengan Golkar. Disusul PKS, NasDem, PAN, Demokrat, dan PSI “Secara berurutan ada partai Gerindra dengan 18,9%, Golkar 6,6%, PKB 6,5%, PKS 6,2%, NasDem 4,7%, PAN 4,5%, Demokrat 4,4%, dan PSI 4,2%,” kata Rezki

Sementara untuk Partai lainnya, memiliki raihan elektabilitas di bawah 4 persen atau dalam kata lain masih belum mampu menembus ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold. Salah satunya adalah PPP yang hanya memiliki elektabilitas 3,6 persen.

“Sementara PPP (3,6%) secara berurut yaitu Perindo, Gelora, Ummat, PBB, PKN, Buruh, Garuda, Hanura, masih berada di bawah angka ambang batas parlemen, yaitu 4%.” ungkap Rezki Rezki mengatakan, butuh ekstra kerja keras dari masing-masing parpol yang memiliki elektabilitas di bawah parliamentary threshold untuk mengejar ketertinggalan agar bisa masuk ke parlemen dari hasil Pemilu Serentak 2024.

“Terutama bagi partai PPP yang kurang 0,4 persen elektabilitasnya untuk bisa menjadi bagian partai parlemen,” tutup Rezki.

Sekadar informasi, Survei PatraData Research Consulting ini digelar pada 25 hingga 30 Oktober 2023, dan melibatkan 1.220 responden dari 34 provinsi di Indonesia. Menggunakan metode kontak telepon kepada responden yang dipilih secara acak dari basis data yang telah dimiliki. Survei ini memiliki toleransi kesalahan (margin of error – MoE) sebesar +/-2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Selanjutnya Quality Control dilakukan dengan menelepon ulang responden (call back) sebanyak 20% dari total sampel.

Oleh : Rezki adminanda
Foto : Sumber : Istimewa
Sumber berita : viva.co.id

04 Nov, 23

Rilis Temuan Survei Nasional Patra Data: PETA ELEKTABILITAS CAPRES DAN CAWAPRES PASCA PENDAFTARAN KE KPU

Pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden telah selesai dan resmi ditutup KPU pada tanggal 25 Oktober 2023 yang lalu. Publik tentu telah mengetahui bahwa pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar yang diusung oleh Partai Nasdem, PKB, dan PKS menjadi pendaftar pertama ke KPU. Kemudian pendaftar kedua ialah pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD yang diusung oleh partai PDIP, PPP, Hanura, dan Perindo. Sementara pasangan terakhir yang mendaftar ke KPU ialah pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka oleh koalisi Partai Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, PSI, PBB, dan Garuda. Sejumlah peristiwa politik turut menjadi perhatian publik dalam proses pendaftaran masing-masing calon presiden dan wakil presiden tersebut. Mulai dari kejutan terhadap pengumuman Mahfud MD sebagai pasangan
Ganjar Pranowo, hingga yang terakhir ialah deklarasi pasangan Prabowo-Gibran setelah keluarnya putusan MK yang mengabulkan permohonan mengenai batas usia capres dan cawapres serta pengalaman menjadi kepala daerah. Sejalan dengan hal tersebut, antusiasme dan dinamika masyarakat yang telah jauh-jauh hari membicarakan calon presiden dan partai politik yang akan mereka pilih tentu menjadi hal yang paling menarik untuk diketahui. Pemetaan terhadap perilaku memilih masyarakat juga menjadi penting dilakukan jauh-jauh hari karena akan menjadi dasar untuk menyusun strategi guna memenangkan Pemilu 2024. Bagaimana peta elektabilitas capres dan cawapres pasca pendaftaran ke KPU? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, PatraData melaksanakan survei opini publik melalui telepon pada tanggal 25-30 Oktober 2023.

16 Oct, 23

Survei Patradata: Prabowo Unggul Dari Ganjar, Mahfud MD Kalahkan Gibran di Cawapres

Jakarta – Bakal capres Prabowo Subianto, kembali unggul di survei. Dia mengungguli Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan untuk elektabilitas capres. Sedangkan Mahfud MD, menjadi bakal cawapres dengan elektabilitas tertinggi.

Itu berdasarkan survei nasional yang dilakukan Patradata. Untuk capres, elektabilitas Prabowo Subianto mencapai 37,1 persen. Saingan terdekatnya, Ganjar Pranowo meraup 29,0 persen. Sedangkan Anies Baswedan hanya meraih 16,8 persen. Simulasi dua pasangan calon, juga diuji dalam survei ini. Saat simulasi Ganjar Pranowo berhadapan dengan Anies, maka Ganjar lebih unggul. Dimana bakal capres yang diusung PDIP, PPP, Hanura dan Perindo itu meraih 43,9 persen. Sedangkan Anies meraih 33,2 persen. Yang tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 22,8 persen.

“Terkait simulasi dua nama bakal calon presiden yaitu Prabowo Subianto dengan Anies Baswedan, ditemukan bahwa Prabowo unggul jauh (57,6 %) head to head dengan Anies Baswedan (23,2 %),” ujar peneliti Patradata, Rezki Adminanda, Rabu 11 Oktober 2023. Survei juga memotret jika terjadi 2 putaran. Dimana pemilih Prabowo lebih banyak mengalihkan dukunganny ke Ganjar Pranowo daripada ke Anies Baswedan, bila Ganjar dan Anies yang masuk ke putaran kedua. 

Bila Prabowo dan Anies yang ke putaran kedua, pemilih Ganjar lebih memilih mengalihkan dukungannya ke Prabowo Subianto dibanding ke Anies. Begitu juga bila Prabowo dan Ganjar yang ke putaran kedua, maka pemilih Anies mayoritas memberikan suaranya ke Prabowo.

Mahfud MD Unggul di Cawapres

Dari survei Patradata ini, untuk posisi cawapres nama Mahfud MD memuncaki elektabilitas. Bahkan dia jauh lebih unggul daripada nama Gibran Rakabuming Raka, yang belakangan disebut-sebut potensial diusulkan mendampingi Prabowo Subianto. Mahfud unggul dengan elektabilitas 22,1 persen.

“Disusul Ridwan Kamil 15,1 persen, Erick Thohir 13,4 persen, Gibran Rakabuming Raka dengan 8,4 persen, dan Sandiaga Salahudin Uno 7,8 persen,” katanya. Sementara Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, yang saat ini berpasangan dengan Anies Baswedan justr berada di urutan bawah yakni 4,5 persen. 

Simulasi pasangan capres-cawapres juga dicoba. Dimana pada uji pertama memasangkan Ganjar Pranowo – Sandiaga Uno, melawan Prabowo Subianto – Erick Thohir, dan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar. “Hasil survei tersebut terlihat bahwa Prabowo lagi-lagi unggul dengan pasangannya Erick Thohir pada angka 38 persen. Kemudian diurutan berikutnya terdapat pasangan Ganjar-Sandiaga 27,8 persen, serta yang terakhir Anies-Muhaimin dengan 16,5 persen,” jelasnya.

Simulasi berikutnya, adalah Ganjar Pranowo – Mahfud MD, melawan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, dengan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar. Hasilnya, Prabowo tetap unggul walau berpasangan dengan Gibran dengan elektabilitas 33,9 persen. Sedangkan Ganjar-Mahfud 30,1 persen. Adapun Anies-Muhaimin sebesar 17,6 persen. Survei dilakukan Patradata pada sampel responden yang dipilih secara acak dari kumpulan data base nomor telepon yang mereka miliki. Menggunakan asumsi simple random sampling dengan responden sebanyak 1.220 dengan margin of eror lebih kurang 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Oleh : Rezki adminanda
Foto : Sumber : Istimewa
Sumber berita : viva.co.id

16 Oct, 23

Survei PatraData: Jelang Pendaftaran Bakal Capres-Cawapres, Prabowo Ungguli Ganjar dan Anies Baswedan

Liputan6.com, Jakarta – Lembaga riset PatraData merilis hasil survei terkini jelang pendaftaran bakal calon presiden (capres) dan bakal calon wakil presiden (cawapres). Survei nasional tersebut dilaksanakan pada 1 sampai 7 oktober 2023.

“Temuan survei nasional PatraData menunjukkan bahwa Prabowo Subianto meraih perolehan suara 37,1% unggul dari bakal calon lainnya, yaitu Ganjar Pranowo dengan 29%, lalu disusul Anies Baswedan 16,8%. Sementara itu terdapat 17,1% responden menjawab tidak tahu/ tidak menjawab,” ujar Manajer Riset PatraData Rezki Adminanda melalui keterangan tertulis, Kamis (12/10/2023).

Dia melanjutkan, adapun untuk simulasi dua pasangan bakal capres 2024 yaitu Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, lebih unggul Ganjar Pranowo dengan 43,9% dari Anies Baswedan dengan 33,2%, sedangkan 22,8% responden menjawab tidak tahu/ tidak menjawab.

“Sedangkan pada simulasi berikutnya dua nama bakal calon presiden, yaitu Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, memunculkan hasil, Prabowo Subianto unggul jauh 57,6% head to head dengan Anies Baswedan 23,2%,” papar Rezki.

Menurut dia, PatraData juga melakukan model distribusi suara terhadap ketiga bakal capres jika kemudian nanti Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 dilakukan dengan cara dua putaran.

“Bisa dilihat pada diagram simulasi berikut bahwa Pada simulasi pertama, pemilih prabowo lebih banyak memberikan dukungan terhadap Ganjar Pranowo 42% dibandingkan ke Anies Baswedan 38,1%,” ucap Rezki.

“Pada simulasi kedua, pemilih Ganjar Pranowo terlihat lebih banyak mengalihkan dukungannya kepada Prabowo Subianto 67,1% dari pada ke Anies Baswedan 19,6%. Simulasi ketiga, terlihat bahwa pemilih Anies lebih banyak mengalihkan dukungannya kepada Prabowo Subianto 57,9% dari pada ke Ganjar Pranowo 21,%,” terang Rezki.

Oleh : Rezki adminanda
Foto : Sumber : Istimewa
Sumber berita : liputan6.com