03 Oct, 24

Survei PatraData: Elektabilitas MataHati Capai 49,88%, Pengamat Politik Ragukan Validitasnya

PatraData – Lembaga riset PatraData melaporkan bahwa pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) 2024, Mawardi Yahya dan Anita Noeringhati (MataHati), memperoleh elektabilitas sebesar 49,88% berdasarkan survei terbaru. PatraData mengaitkan tingginya elektabilitas ini dengan dukungan kuat dari partai politik pendukung serta kombinasi pengalaman Mawardi di eksekutif dan Anita di legislatif.

Namun, hasil ini mendapat kritik dari Nurjaya, pengamat politik dari Lembaga Studi Pemilu dan Politik (LSPP), yang menilai bahwa angka elektabilitas tersebut tidak realistis. Ia meragukan bahwa dukungan partai politik saja dapat mendorong elektabilitas hingga hampir 50%.

“Angka itu tidak logis. Dalam Pilgub Sumsel 2018, pasangan Dodi-Giri yang didukung oleh koalisi partai gemuk dengan 38,6% suara justru kalah dari Herman Deru-Mawardi Yahya, yang hanya memiliki dukungan partai sebesar 23,8%,” ujar Nurjaya, Kamis (3/10/2024).

Menurut Nurjaya, faktor utama dalam memenangkan Pilkada adalah penerimaan masyarakat terhadap kandidat, bukan semata-mata dukungan partai. Ia menyoroti pendekatan Herman Deru yang dinilainya lebih meyakinkan. “Herman Deru aktif menyapa masyarakat langsung dan membuka rumahnya setiap hari untuk berdialog. Ini menunjukkan kedekatannya dengan rakyat,” jelasnya.

Nurjaya juga meragukan klaim PatraData tentang keunggulan pengalaman Mawardi dan Anita. Ia menekankan bahwa Herman Deru lebih berpengalaman dibandingkan Mawardi, baik di level provinsi maupun kabupaten.

“Jika bicara pengalaman, Herman Deru jelas lebih unggul. Ia telah menjabat sebagai gubernur dan dua periode sebagai Bupati OKUT. Cik Ujang juga memiliki rekam jejak yang baik dalam memajukan Kabupaten Lahat. Sebaliknya, Mawardi hanya memiliki pengalaman sebagai wakil gubernur dan bupati, sementara Anita belum pernah menjabat di eksekutif,” ungkap Nurjaya.

Ia menilai bahwa kedekatan kandidat dengan masyarakat serta rekam jejak yang kuat lebih menentukan dalam Pilkada ketimbang sekadar dukungan partai. Oleh karena itu, Nurjaya mengimbau agar hasil survei tidak dijadikan tolok ukur tunggal dalam memprediksi hasil akhir Pilgub Sumsel 2024.

08 Aug, 24

Pertarungan Sengit Herman Deru vs Mawardi Yahya di Pilgub Sumsel 2024

PATRADATA – Pilkada Sumatera Selatan (Sumsel) 2024 diperkirakan akan menjadi pertarungan sengit antara Herman Deru dan Mawardi Yahya. Lembaga Survei PatraData menyoroti bahwa faktor patron akan menjadi kunci penentu kemenangan dalam pemilihan gubernur kali ini.

Koalisi Kuat di Dua Kubu
Herman Deru, mantan Bupati Ogan Komering Ulu Timur, menggandeng Cik Ujang, Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel sekaligus mantan Bupati Lahat. Pasangan ini akan diusung oleh koalisi NasDem, PKS, dan Demokrat dengan total suara gabungan mencapai 1.432.381 suara atau sekitar 33 persen suara pemilih.

Di sisi lain, Mawardi Yahya, mantan Wakil Gubernur Sumsel dan anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, berpasangan dengan Anita Noeringhati, Ketua DPRD Sumsel dari Partai Golkar. Pasangan ini, yang dikenal dengan nama “Matahati,” diusung oleh Gerindra, Golkar, dan PAN dengan kekuatan koalisi mencapai 39 persen suara atau 29 kursi di DPRD.

Dinamika Politik Tanpa Dominasi
Menurut simulasi yang dilakukan oleh PatraData Dashboard System (PDS), tidak ada koalisi yang mendominasi peta kekuatan politik secara telak di 18 kabupaten/kota di Sumsel. Gabungan partai pengusung Matahati unggul di 11 kabupaten/kota seperti Palembang, Prabumulih, dan Banyuasin. Namun, di beberapa wilayah, seperti Musi Rawas Utara, kekuatan Matahati cenderung melemah dengan hanya 28 persen suara.

Di sisi lain, koalisi Herman Deru-Cik Ujang tidak mendominasi wilayah tertentu, kecuali di Palembang dengan 40 persen suara. Namun, di beberapa kabupaten seperti Empat Lawang dan Musi Banyuasin, kekuatan mereka terlihat sangat lemah.

Partai-partai yang belum menentukan calon, seperti PDIP, PKB, dan Hanura, memiliki pengaruh besar dengan 27 persen suara yang tersebar di beberapa kabupaten, seperti Lahat dan OKU.

Tantangan Koalisi Herman Deru-Cik Ujang
Satu tantangan besar bagi pasangan Herman Deru-Cik Ujang adalah fakta bahwa koalisi Matahati didukung oleh partai-partai pemenang Pilpres 2024. Kondisi ini sering kali memberikan keuntungan signifikan bagi pasangan kandidat yang berada dalam lingkaran kekuatan politik nasional.

Strategi Micro-Targeting Jadi Kunci
Direktur Riset PatraData, Hasmin Aries Pratama, menyebutkan bahwa pemenang Pilkada Sumsel 2024 adalah mereka yang mampu membaca peta politik secara rinci hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Micro-targeting akan menjadi strategi utama untuk meraih dukungan maksimal di kantung-kantung suara potensial.

Kesimpulan
Dengan peta kekuatan politik yang berimbang dan banyaknya variabel yang memengaruhi hasil akhir, Pilkada Sumsel 2024 menjanjikan pertarungan yang seru dan sulit diprediksi. Pasangan kandidat perlu merancang strategi yang jitu untuk memenangkan hati pemilih di tengah persaingan yang ketat.

28 Jun, 24

Pertarungan Pilgub Jawa Timur 2024: Teknologi Algoritma dan Big Data dalam Analisis Pemilu

PatraData – Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) menjadi salah satu ajang yang menarik perhatian dalam Pilkada Serentak 2024. Khofifah Indar Parawansa, yang saat ini menjabat sebagai gubernur, hampir dipastikan kembali mencalonkan diri bersama wakilnya, Emil Elestianto Dardak. Di sisi lain, Tri Rismaharini, Menteri Sosial, disebut-sebut sebagai penantang kuat, dengan kemungkinan berpasangan dengan KH Marzuki Mustamar, mantan Ketua PWNU Jatim.

Simulasi kekuatan politik kedua pasangan ini dilakukan oleh PatraData Dashboard System, sebuah platform berbasis big data dan artificial intelligence (AI). Teknologi ini memanfaatkan data Pemilu Legislatif (Pileg) 2024, data historis Pilkada 10 tahun terakhir, dan analisis geospasial untuk memetakan preferensi pemilih di 120.666 TPS yang tersebar di Jawa Timur.

Hasil Simulasi dan Analisis
Hasil simulasi menunjukkan pasangan Khofifah-Emil unggul dengan menguasai 66.271 TPS, sementara pasangan Risma-Marzuki diprediksi menguasai 59.607 TPS. Selisih yang tipis ini menggambarkan persaingan ketat antara keduanya.

Pasangan Khofifah-Emil memiliki basis dominan di beberapa wilayah:

  • Kota Surabaya: Menguasai 5.658 TPS
  • Jember: Menguasai 5.029 TPS
  • Tuban: Menguasai 2.855 TPS

Sementara pasangan Risma-Marzuki memiliki dominasi di:

  • Malang: 4.710 TPS di 29 kecamatan
  • Kediri: 3.103 TPS di 26 kecamatan
  • Banyuwangi: 2.507 TPS di 21 kecamatan
  • Sumenep (Madura): 2.017 TPS di 22 kecamatan
  • Trenggalek: 1.499 TPS di 13 kecamatan

Namun, beberapa wilayah menjadi zona kompetitif atau berisiko bagi masing-masing pasangan.

Teknologi yang Digunakan
PatraData menggunakan algoritma machine learning dan big data analytics untuk memprediksi preferensi pemilih berdasarkan data historis dan tren terbaru. Selain itu, analisis geospasial memberikan gambaran distribusi kekuatan politik di berbagai wilayah, yang dipengaruhi oleh dukungan partai politik.

Faktor yang Bisa Mengubah Peta Politik
Meskipun simulasi menunjukkan keunggulan Khofifah-Emil, dukungan dari partai lain, seperti NasDem dan PKS, dapat menjadi faktor penentu. Kedua partai ini memiliki kursi yang signifikan di DPRD Jatim namun belum menentukan arah dukungan. Jika keduanya bergabung dalam koalisi tertentu, persaingan bisa semakin sengit.

Hasmin Aries Pratama, Direktur Riset PatraData, mencatat bahwa meskipun teknologi memberikan prediksi dengan akurasi tinggi, dinamika politik lapangan tetap berpotensi mengubah hasil akhir. Hal ini terutama dipengaruhi oleh pendekatan kandidat dalam kampanye dan respons masyarakat terhadap isu-isu lokal.

Dengan teknologi canggih dan data mendalam, Pilgub Jatim diprediksi menjadi salah satu kontestasi politik paling menarik dalam Pilkada 2024.

28 Jun, 24

Pilkada Jatim 2024: Pertarungan Khofifah vs Risma Diprediksi Ketat

PatraData – Jika Tri Rismaharini maju dalam Pilkada Jawa Timur (Jatim) 2024 dengan dukungan PDIP, ia diperkirakan akan menjadi pesaing kuat bagi petahana Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Simulasi yang dilakukan oleh lembaga riset PatraData Dashboard System menunjukkan bahwa persaingan antara Khofifah dan Risma akan berlangsung sengit, mengingat keduanya adalah figur berpengaruh dengan tingkat popularitas dan elektabilitas tinggi di Jatim.

“Khofifah dan Risma sama-sama memiliki modal politik yang kokoh, baik dari pencapaian pribadi maupun dukungan partai,” ujar Direktur Riset dan Pemenangan PatraData, Hasmin Aries Pratama, Jumat (28/6/2024).

Khofifah telah dipastikan maju bersama Emil Dardak dengan dukungan partai besar seperti Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, dan PPP, yang memberikan total 56 kursi DPRD Provinsi (47%). Sementara itu, Risma, yang menjabat sebagai Menteri Sosial, belum mendapat dukungan resmi dari partai politik, namun PDIP diprediksi akan mengusungnya. PKB juga berpotensi menjadi mitra koalisi PDIP meskipun memiliki hubungan politik yang kurang harmonis dengan Khofifah.

Jika PKB bergabung dengan PDIP, mereka bisa mengajukan pasangan Risma dengan nama yang kuat seperti KH Marzuki Mustamar, mantan Ketua PWNU Jatim. Koalisi ini diperkirakan dapat menguasai 48 kursi DPRD Jatim (41%), melebihi ambang batas minimal untuk mencalonkan gubernur.

Dalam simulasi yang menggunakan teknologi big data dan AI, pasangan Khofifah-Emil diproyeksikan menguasai 66.271 TPS dari total 120.666 TPS, sementara pasangan Risma-Marzuki menguasai 59.607 TPS. Selisih ini mencerminkan persaingan ketat dengan dominasi Khofifah-Emil di zona hijau, namun Risma-Marzuki memiliki kekuatan signifikan di beberapa wilayah strategis.

Misalnya, pasangan Risma-Marzuki diprediksi unggul di Malang dengan penguasaan 4.710 TPS di 29 kecamatan, serta di Banyuwangi dengan 2.507 TPS di 21 kecamatan. Di sisi lain, Khofifah-Emil menunjukkan kekuatan di kota-kota besar seperti Surabaya (5.658 TPS) dan Jember (5.029 TPS).

Hasmin menambahkan bahwa meskipun analisis berbasis big data dan algoritma machine learning memiliki tingkat akurasi tinggi, dinamika politik lapangan dapat memengaruhi hasil akhir. Terlebih, dua partai besar seperti Nasdem dan PKS belum menentukan arah dukungan mereka, yang dapat menjadi faktor penting dalam Pilkada mendatang.

Jumlah TPS pada Pilkada Jatim 2024 juga diperkirakan akan berkurang setengahnya dari data Pemilu 2024 karena penyesuaian jumlah pemilih per TPS. Hal ini menjadi pertimbangan penting dalam strategi kampanye kedua kubu.

Dengan peta kekuatan politik yang hampir seimbang, Pilkada Jatim 2024 diprediksi menjadi salah satu pertarungan politik paling menarik di tahun mendatang.

24 Jun, 24

Simulasi Pilgub Jakarta 2024: Anies Unggul di 17.800 TPS, Ridwan Kamil di 13.664 TPS

PatraData – Lembaga riset PatraData merilis hasil simulasi persaingan Anies Baswedan dan Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta 2024. Dengan analisis berbasis teknologi big data dan algoritma machine learning, hasil simulasi menunjukkan bahwa Anies Baswedan diprediksi menguasai suara di 17.800 Tempat Pemungutan Suara (TPS), sedangkan Ridwan Kamil berpotensi memimpin di 13.664 TPS.

Dukungan Partai Politik Jadi Penentu
Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta, mendapat dukungan signifikan dari PKB, PKS, PDIP, Partai Perindo, dan PPP. Koalisi ini memberikan proyeksi suara hingga 53% di DPRD Jakarta. Anies diperkirakan kuat di zona hijau dengan 17.800 TPS, bersaing di zona kuning dengan 4.310 TPS, dan menghadapi tantangan besar di zona merah dengan 8.656 TPS.

Di sisi lain, Ridwan Kamil didukung oleh koalisi partai pendukung Prabowo-Gibran pada Pemilu 2024, yaitu Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, dan PSI. Koalisi ini memberikan proyeksi suara sebesar 47% di DPRD Jakarta. Ridwan diprediksi kuat di zona hijau dengan 13.664 TPS, bersaing di zona kuning dengan 7.523 TPS, dan menghadapi dominasi lawan di zona merah dengan 9.579 TPS.

Metodologi Prediksi
PatraData menggunakan data historis Pemilu dan Pilkada selama 10 tahun terakhir, memanfaatkan teknologi geospasial untuk memetakan distribusi dukungan. Analisis ini membantu mengidentifikasi pola preferensi pemilih berdasarkan lokasi dan tren partai politik.

Direktur Riset PatraData, Hasmin Aries Pratama, menjelaskan bahwa data ini menjadi pedoman penting bagi kedua kandidat untuk merumuskan strategi kampanye hingga ke tingkat TPS.

Kompetisi Pilgub Jakarta 2024
Hasil simulasi menunjukkan Pilgub Jakarta 2024 akan menjadi salah satu yang paling kompetitif, menyamai intensitas Pilkada sebelumnya yang diikuti Anies, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Anies Baswedan dan Ridwan Kamil memiliki basis dukungan kuat di berbagai segmen pemilih. Dengan data ini, kedua tim dapat merancang strategi mikro untuk memenangkan suara di wilayah-wilayah strategis,” ujar Hasmin.

Kesimpulan
Simulasi ini menggarisbawahi persaingan ketat antara Anies dan Ridwan Kamil, dengan tidak ada dominasi penuh dari salah satu pihak. Pemilihan gubernur Jakarta 2024 dipastikan menjadi salah satu ajang politik paling dinamis dalam sejarah, dengan strategi berbasis data menjadi kunci kemenangan.

22 Jun, 24

Prediksi Pilkada 2024 Kabupaten Tangerang: Maesyal Rasyid Unggul di 5.448 TPS Zona Hijau Menurut PatraData

PatraData – PatraData, lembaga riset politik berbasis big data, merilis hasil simulasi kekuatan politik dua calon bupati Kabupaten Tangerang untuk Pilkada 2024, yakni Maesyal Rasyid dan Mad Romli. Berdasarkan analisis menggunakan algoritma machine learning dan big data analytics, Maesyal Rasyid diprediksi akan unggul pada Pilkada yang akan digelar November mendatang.

Simulasi ini didasarkan pada data historis Pilkada dan Pemilu 2024 serta pemetaan geospasial untuk mengidentifikasi distribusi dukungan di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang.

“Dengan teknologi pemetaan geospasial, kami dapat memahami pola distribusi suara di setiap wilayah,” ujar Hasmin Aries Pratama, Direktur Riset dan Pendampingan PatraData, Jumat (21/6/2024) di Jakarta.

Menurut hasil simulasi, jika Maesyal Rasyid yang saat ini menjabat sebagai Sekda Kabupaten Tangerang diusung oleh koalisi partai seperti Demokrat, PAN, PKS, Gerindra, dan PKB, ia diperkirakan akan mendominasi 5.448 TPS di zona hijau, memiliki persaingan di 1.772 TPS zona kuning, dan kalah di 1.796 TPS zona merah. Sementara itu, Mad Romli, mantan Wakil Bupati Tangerang, jika diusung oleh Golkar dan PPP, diproyeksikan akan menguasai 3.890 TPS di zona hijau, bersaing di 2.395 TPS zona kuning, dan menghadapi dominasi lawan di 2.731 TPS zona merah.

“Dominasi Maesyal Rasyid di 5.448 TPS menunjukkan kekuatan koalisi Demokrat, PAN, PKS, Gerindra, dan PKB dalam memberikan dukungan strategis di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang,” lanjut Hasmin. Teknologi geospasial yang digunakan PatraData juga membantu memberikan gambaran rinci distribusi dukungan sehingga strategi kampanye dapat dirancang dengan lebih efektif.

Dengan modal dominasi kuat di zona hijau, Maesyal Rasyid dianggap memiliki peluang besar untuk memenangkan Pilkada 2024 jika strategi kampanye dilakukan secara tepat. Dukungan solid dari koalisi partai juga menjadi faktor penentu keberhasilan.

PatraData menyebut simulasi berbasis teknologi ini memberikan wawasan menyeluruh tentang peta kekuatan politik di Kabupaten Tangerang, membantu tim kampanye dan pengamat politik memahami dinamika pemilih dengan lebih mendalam.

10 Dec, 23

Survei PatraData di Pulau Jawa: Prabowo 36,3 Persen, Ganjar 31,4 dan Anies 26,6

Temuan survei dari lembaga riset PatraData yang dilaksanakan pada tanggal 1-5 Desember 2023 di Pulau Jawa terkait peta konstelasi Pilpres 2024 menunjukan, Prabowo Subianto unggul dari dua kandidat lainnya. Namun demikian, persentase ketiganya masih bersaing ketat.

“Prabowo meraih suara responden 36,3%, Ganjar Pranowo dengan 31,4% dan Anies Baswedan dengan 26,6%. Sementara itu terdapat 5,7% responden yang belum menentukan pilihan,” tulis Rezki Adminanda, Manajer Riset PatraData seperti dikutip dari siaran pers diterima, Sabtu (9/12/2023).

Rezki menambahkan, pihaknya juga membuat simulasi dua nama calon presiden 2024 secara head to head di Pulau Jawa. Hasilnya, saat Ganjar Pranowo dihadapkan dengan Anies Baswedan, Anies unggul dengan 43,4% dari bakal calon presiden Ganjar Pranowo dengan 40,3%, dan terdapat 16,3% responden menjawab tidak tahu/ tidak jawab.

Selanjutnya pada simulasi dua nama atau head to head calon presiden berikutnya, yaitu Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, hasilnya Prabowo unggul dengan 62,4% dari Anies yang mendapat 27,2%, dan terdapat 10,4% responden menjawab tidak tahu/ tidak jawab.

“Begitu juga saat head to head Ganjar dan Prabowo Subianto, Prabowo unggul dengan angka 63,3% dan Ganjar meraih 23,4%, dengan terdapat 13,3% responden menjawab tidak tahu/ tidak jawab,” jelas Rezki.

Namun demikin, lanjut Rezki, keunggulan calon presiden nomor urut 2 tidak simetris dengan wakilnya saat dilakukan head to head. Survei menunjukkan, keterpilihan Mahfud MD sebagai calon wakil presiden lebih tinggi dari calon wakil presiden lainnya, yaitu Gibran dan Muhaimin.

“Temuan kita menunjukan bahwa Mahfud MD unggul dengan 35,8% dari Gibran Rakabuming Raka dengan 31,3%, disusul Muhaimin Iskandar dengan 25,4%,” ungkap Rezki.

Berpasangan

Meski begitu, Rezki menyampaikan ketika dihitung secara berpasangan, hasil dan temuan survei elektabilitas terhadap pasangan capres dan cawapres di Pulau Jawa diungguli oleh Prabowo-Gibran dengan angka keterpilihan 37,5%, lalu pasangan Ganjar-Mahfud memperoleh 31,8% dan yang terakhir pasangan Anies-Muhaimin dengan 26,7%. Untuk responden yang masih belum menentukan pilihan adalah 4,1%.

“Temuan survei kita memasuki awal masa kampanye, pasangan Prabowo-Gibran unggul dari pasangan Ganjar-Mahfud dengan selisih 5,8% dan disusul Ganjar-Mahfud diurutan kedua selisih 5,1% dari pasangan Anies-Muhaimin,” jelas dia.

Rezki mengamini, temuan angkanya belum terliht ada yang mendominasi dan terlalu jauh diantara ketiga pasangan calon. Artinya, tentu akan terus terjadi persaingan yang ketat dalam hal perebutan lumbung suara di Pulau Jawa sebagai pulau penentu kemenangan dalam kontestasi pemilihan presiden.

“Dalam hal stabilitas dukungan terhadap pilihan pasangan presiden dan wakil presiden, Anies-Muhaimin memiliki 35% pemilih yang sangat kecil atau hampir tidak mungkin merubah pilihannya,  sementara pada Prabowo-Gibran terdapat 33,7% pemilih yang menjawab sangat kecil atau hampir tidak mungkin merubah pilihannnya, dan terhadap pasangan Ganjar-Mahfud terdapat 37% pemilih yang menjawab sangat kecil atau hampir tidak mungkin merubah pilihannya,” dia menandasi.

Metode Survei

Sebagai informasi, survei dilakukan melalui telepon pada sampel responden Pulau Jawa yang dipilih secara acak dari kumpulan data base nomor telepon yang dimiliki oleh PatraData.

Menggunakan asumsi simple random sampling, jumlah responden 1.200 memiliki toleransi kesalahan (margin of error – MoE) sebesar ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Selanjutnya Quality Control dilakukan dengan menelepon ulang responden (call back) sebanyak 20% dari total sampel.

Oleh : Rezki adminanda
Foto : Sumber : Istimewa
Sumber berita : liputan6.com

10 Dec, 23

Prabowo Menang Lawan Anies, Ganjar Takluk di Pulau Jawa

Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto diprediksi bakal memenangkan Pulau Jawa, pada gelaran Pilpres 2024. Prabowo unggul dari dua kompetitornya, yakni capres nomor urut 1 Anies Baswedan dan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo.

Hal tersebut, terekam dalam hasil temuan survei PatraData yang dilaksanakan pada tanggal 1-5 Desember 2023 di Pulau Jawa.

Berdasarkan simulasi head to head di Pulau Jawa, Anies Baswedan diprediksi menang lawan Ganjar Pranowo.

“Anies unggul dengan 43,4 persen dari Ganjar dengan 40,3 persen, dan terdapat 16,3 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak jawab,” ujar Manajer Riset PatraData, Rezki Adminanda, dalam keterangan tertulis, Jumat (8/12).

Lanjutnya, simulasi Prabowo lawan Anies. Hasilnya, Prabowo unggul jauh 62,4 persen lawan Anies 27,2 persen dan 10,4 persen belum menunjukkan pilihan.

“Begitu juga Prabowo unggul dengan angka 63,3 persen lawan Ganjar yang hanya memperoleh 23,4 persen dan 13,3 persen belum menentukan pilihan,” pungkasnya.

Survei PatraData dilakukan melalui telepon pada sampel responden Pulau Jawa yang dipilih secara acak dari kumpulan data base nomor telepon yang dimiliki.

Menggunakan asumsi simple random sampling, jumlah responden 1.200 memiliki toleransi kesalahan 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Prabowo Menang Lawan Anies, Ganjar Takluk di Pulau Jawa

RMOL. Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto diprediksi bakal memenangkan Pulau Jawa, pada gelaran Pilpres 2024. Prabowo unggul dari dua kompetitornya, yakni capres nomor urut 1 Anies Baswedan dan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo.

Hal tersebut, terekam dalam hasil temuan survei PatraData yang dilaksanakan pada tanggal 1-5 Desember 2023 di Pulau Jawa.

Berdasarkan simulasi head to head di Pulau Jawa, Anies Baswedan diprediksi menang lawan Ganjar Pranowo.

“Anies unggul dengan 43,4 persen dari Ganjar dengan 40,3 persen, dan terdapat 16,3 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak jawab,” ujar Manajer Riset PatraData, Rezki Adminanda, dalam keterangan tertulis, Jumat (8/12).

Lanjutnya, simulasi Prabowo lawan Anies. Hasilnya, Prabowo unggul jauh 62,4 persen lawan Anies 27,2 persen dan 10,4 persen belum menunjukkan pilihan.

“Begitu juga Prabowo unggul dengan angka 63,3 persen lawan Ganjar yang hanya memperoleh 23,4 persen dan 13,3 persen belum menentukan pilihan,” pungkasnya.

Survei PatraData dilakukan melalui telepon pada sampel responden Pulau Jawa yang dipilih secara acak dari kumpulan data base nomor telepon yang dimiliki.

Menggunakan asumsi simple random sampling, jumlah responden 1.200 memiliki toleransi kesalahan 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Oleh : Rezki adminanda
Foto : Sumber : Istimewa
Sumber berita : rmol.id

10 Dec, 23

Survei Patra Data: Prabowo-Gibran Unggul di Pulau Jawa

CALON presiden (Capes) Prabowo Subianto unggul di Pulau Jawa dengan mengantongi 36,3% suara berdasarkan survei yang dlakukan PatraData pada 1-5 Desember.

“Memasuki masa kampanye pilpres ini, temuan survei PatraData menunjukan bahwa Prabowo Subianto dengan 36,3% unggul dari Ganjar Pranowo dengan 31,4% dan Anies Baswedan dengan 26,6%. Sementara itu terdapat 5,7% responden yang belum menentukan pilihan,” ujar Rezki Adminanda, Manajer Riset PatraData di Kantor PatraData dalam siaran pers, Jumat (8/12). Survei dilakukan PatraData melalui sambungan telepon kepada sampel responden Pulau Jawa yang dipilih secara acak. Menggunakan asumsi simple random sampling, jumlah responden 1.200 memiliki toleransi kesalahan (margin of error – MoE) sebesar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Selanjutnya Quality Control dilakukan dengan menelepon ulang responden (call back) sebanyak 20% dari total sampel.

Pada simulasi dua nama calon presiden (capres) Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, Anies unggul 43,4% dari Ganjar yang meraih 40,3%, dan terdapat 16,3% responden menjawab tidak tahu/tidak jawab. Sedangkan simulasi antara Prabowo dan Anies, Menteri pertahanan itu masih unggul 62,4% dan Anies 27,2%. Begitu juga ketika Prabowo diadu dengan Ganjar, Prabowo unggul dengan angka 63,3% dan Ganjar hanya memperoleh 23,4%. 

Namun PatraData menemukan hasil yang berbeda pada kerterwakilan wakil presiden. “Berbeda dengan nama calon presiden yang Prabowo Unggul dari calon presiden lainnya, keterpilihan Mahfud MD sebagai calon wakil presiden lebih tinggi dari calon wakil presiden lainnya, yaitu Gibran dan Muhaimin. Temuan kita menunjukan bahwa Mahfud MD unggul dengan 35,8% dari Gibran Rakabuming Raka dengan 31,3%, disusul Muhaimin Iskandar dengan 25,4%,” ungkap Rezki.

Sementara elektabilitas Prabowo-Gibran unggul 37,5% di Pulau Jawa. Pasangan Ganjar-Mahfud memperoleh 31,8% dan yang terakhir pasangan Anies-Muhaimin dengan 26,7%. Untuk responden yang masih belum menentukan pilihan adalah 4,1%. 

“Temuan survei kita memasuki awal masa kampanye, pasangan Prabowo-Gibran unggul dari pasangan Ganjar-Mahfud dengan selisih 5,8% dan disusul Ganjar-Mahfud diurutan kedua selisih 5,1% dari pasangan Anies-Muhaimin. Memang kita belum melihat dominasi yang terlalu jauh diantara ketiga pasangan calon presiden ini, dan tentu saja ini membuktikan bahwa akan terus terjadi persaingan yang ketat dalam hal perebutan lumbung suara di Pulau Jawa sebagai pulau penentu kemenangan dalam kontestasi pemilihan presiden jika kita cermati dari pilpres-pilpres sebelumnya,” ujar Rezki.

Dalam hal stabilitas dukungan, Anies-Muhaimin memiliki 35% pemilih yang sangat kecil atau hampir tidak mungkin mengubah pilihannya. Pada Prabowo-Gibran terdapat 33,7% pemilih yang menjawab sangat kecil atau hampir tidak mungkin mengubah pilihannnya, dan pasangan Ganjar-Mahfud terdapat 37% pemilih yang menjawab sangat kecil atau hampir tidak mungkin mengubah pilihannya. 

“Temuan survei kita memperlihatkan masing-masing pasangan kandidat calon presiden dan wakil presiden harus mampu bekerja lebih ekstra dalam meyakinkan pemilih untuk mantap memilih mereka,” ujar Rezki.

“Memang berdasarkan temuan kita, pasangan Ganjar-Mahfud misalnya lebih banyak memiliki strong voter atau pemilih yang sudah mantap dan yakin terhadap pilihannya, yaitu sebesar 37%. Namun angka tersebut masih belum dapat dikatakan terlalu signifikan, sebagian pemilih lainnya masih membuka ruang atau masih mungkin dalam hal merubah pilihannya. Begitu juga dengan pemilih pasangan Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin.” 

Partai Politik

Sementara itu, berdasarkan survei PatraData untuk partai politik, PDI Perjuangan masih unggul. Berdasarkan survei, PDI Perjuangan mengantongi 22% dibandingkan partai lainnya. 

Di peringkat kedua, ada Partai Gerindra dengan 19,3%, PKS 7,6%, Golkar 7,5%, PKB 6,7%, Demokrat 4,8%, PSI 4,2%, PAN dan NasDem masing-masing 4,0%. Sementara PPP (3,1%) secara berurut yaitu Perindo, Gelora, Ummat, PBB, PKN, Buruh, Garuda, Hanura, masih berada di bawah angka ambang batas parlemen. 

“Secara umum perolehan suara partai di Pulau Jawa tidak terlalu berbeda dengan hasil-hasil survei nasional yang kita pernah lakukan, partai parlemen masih tetap mendominasi. Dalam hal ini kita melihat PPP sebagai partai parlemen yang saat survei ini kita laksanakan masih berada dibawah angka 4%,” tandas Rezki. (RO/Z-3)

Oleh : Rezki adminanda
Foto : Sumber : Istimewa
Sumber berita : mediaindonesia.com

10 Dec, 23

Rilis Temuan Survei Nasional Patra Data: BAGAIMANA PETA ELEKTABILITAS CAPRES DAN CAWAPRES DI PULAU JAWA

Bagi para elit partai, jumlah pemilih (DPT) yang signifikan di Pulau Jawa kerap dijadikanpertimbangan untuk menentukan dukungan terhadap sosok kandidat yang akan diusungmenjadi calon presiden dan calon wakil presiden. Dalam hal ini, kandidat calon presiden dan ataucalonwakil presiden akan mendapat dukungan partai ketika ia dianggap memiliki basis dukungansuara di Pulau Jawa. Hal tersebut menjadi syarat penting oleh para elit partai dan parakingmaker, mengingat pada pemilihan presiden sebelumnya, Jawa menjadi kunci kemenanganbagi pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dalam memenangkan pertarungan pilpres tahun2019. Jika dicermati pada konteks pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2024 mendatang, ketiga kandidat pasangan calon diketahui berasal dari Pulau Jawa. Hal tersebut tentu menunjukanbahwa akan ada persaingan yang ketat antar paslon dalam beradu strategi dan gagasan untukbisamendulang suara di Pulau Jawa.

Merujuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 yang diterbitkan Komisi PemilihanUmum (KPU), jumlah pemilih di Pulau Jawa mencapai 115.373.669 orang atau setara dengan56,33% dari total jumlah pemilih diseluruh Indonesia. Sebaran pemilih di Pulau Jawa tersebut terbagi kedalam enam provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Yogyakarta, Jawa Tengah, JawaBarat, dan Jawa Timur. Bagaimana peta elektabilitas capres dan cawapres memasuki masakampanye di Pulau Jawa? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, PatraData melaksanakansurvei opini publik melalui telepon pada tanggal 01 Desember – 05 Desember 2023.